Latest Videos from YouTube
Showing posts with label berita ekonomi dan bisnis. Show all posts
Showing posts with label berita ekonomi dan bisnis. Show all posts

Presiden cermati dampak kemungkinan "penutupan pemerintah AS"

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/10/presiden-cermati-dampak-kemungkinan.html[/postlink]

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mencermati dampak dari perkembangan terkini terkait kebuntuan anggaran di AS sehingga menyebabkan terjadinya kemungkinan penutupan sebagian pelayanan publik di negara itu.

"Apa yang terjadi di AS, yang baru saja, beberapa jam yang lalu, apa yang disebut `government federal shutdown` (penutupan pemerintah federal), itu memberikan implikasi kepada perekonomian dunia, perekonomian negara-negara lain," kata Presiden saat membuka rapat paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Menurut Presiden, Amerika Serikat sebagai negara dengan perekonomian terbesar, situasi di AS dapat berpengaruh terhadap perekonomian dunia.

"Ya begitulah karena perekonomian terbesar di dunia, dolar itu dimana berada dan peregerakannya seperti apa juga tidak bebas dari kebijakan AS, kebijakan moneter utamanya, dengan demikian kita harus terus mengikuti, perkembangan dan dinamika di negara itu, maupun negara-negara penting lainnya," kata Presiden.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, kebuntuan itu akan mempengaruhi belanja pemerintah AS dan berpengaruh terhadap persepsi investor.

Namun demikian, ia berharap kabar deflasi September 2013 dan juga neraca perdagangan yang surplus pada bulan ini, meminimalir kemungkinan terjadinya dampak tersebut.

"Kalau kita lihat dari pasar modal kita, pergerakan nilai tukar rupiah kita kan hari ini mengalami tren perbaikan, karena memang rilis data dari BPS terkait neraca perdagangan kita dan deflasi di bulan September. Mudah-mudahan kita berharap dampaknya bisa kita minimalisir, paling tidak investor dunia dalam posisi `wait and see` (menunggu)," katanya.

Seperti diberitakan, saat ini tengah terjadi kebuntuan anggaran di Amerika Serikat, antara Pemerintah AS dengan Kongres AS. Kongres AS yang dikuasai republik tidak menyepakati anggaran pemerintah. Partai Republik menginginkan agar Presiden Obama menunda program jaminan kesehatan.

Bila kebuntuan tersebut terus berlangsung, maka diperkirakan 700 ribu pegawai pemerintah AS akan dirumahkan.

Para analis mengkhawatirkan kebuntuan ini juga berdampak pada pemulihan perekonomian di AS. Selain itu, kebuntuan anggaran di AS tersebut dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

AS merupakan negara konsumen minyak terbesar di dunia dan kesehatan ekonominya memiliki pengaruh besar pada harga minyak mentah.

Rupiah kembali menguat ke posisi Rpp11.180

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/rupiah-kembali-menguat-ke-posisi.html[/postlink]

Mata uang rupiah Rabu pagi kembali menguat ke posisi Rp11.180 per dolar AS menyusul harapan pasar bahwa pengurangan stimulus keuangan bank sentral AS sesuai dengan ekspektasi.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Rabu pagi menguat tipis sebesar dua poin menjadi Rp11.180 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.182 per dolar AS.

"Beberapa pelaku pasar memproyeksikan bahwa kebijakan pengurangan stimulus keuangan AS akan sesuai proyeksi, beberapa investor juga telah mulai masuk ke pasar negara berkembang sehingga menguatkan nilai tukarnya meski belum signifikan," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova di Jakarta, Rabu.

Ia mengharapkan bahwa ekspektasi pasar terhadap pengurangan stimulus keuangan the Fed sebesar 10 miliar dolar AS akan sesuai.

"Jika pengurangan stimulus lebih dari ekspektasi, semisal pengurangan stimulus sebesar 20 miliar dolar AS maka diperkirakan pasar keuangan akan kembali bergejolak," katanya

Di sisi lain, lanjut dia, usaha pemerintah yang serius untuk memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan dinilai positif oleh pelaku pasar uang sehingga nilai tukar rupiah cenderung masih berada di area positif.

Kepala Riset Monex Investindo Futtures, Ariston Tjendra menambahkan dolar AS cenderung berada di area negatif seiring dengan pertemuan Federal Reserve terkait kebijakan pengurangan stimulus AS selanjutnya.

"Dalam pertemuan itu akan diambil kepeutusan apakah program pembelian obligasi sebesar 85 miliar dolar AS per bulan akan dipertahankan atau dikurangi. Banyak analis memprediksi The Fed akan mengurangi program pembelian obligasi sebesar 10 miliar dolar AS," tambahnya. 
Editor: AA Ariwibowo

Harga emas turun karena tingkat inflasi AS rendah

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/harga-emas-turun-karena-tingkat-inflasi.html[/postlink]
media berita online berita ekonomi dan bisnisEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), merupakan penurunan kelima dalam enam sesi terakhir.

Harga emas melemah karena data resmi menunjukkan biaya hidup di Amerika Serikat naik lebih rendah dari perkiraan, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai "safe heaven", lapor Xinhua.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 8,4 dolar AS atau 0,64 persen, menjadi menetap di 1.309,4 dolar AS per ounce.

Emas sedang menuju penurunan tahunan terbesar sejak 1997 karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam di tengah reli di pasar saham dan inflasi yang rendah.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen (IHK) naik 0,1 persen pada Agustus dari Juli, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,2 persen dalam survei Bloomberg.

Para analis pasar mengatakan, dengan pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan dalam angka IHK, daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi berkurang.

Selain itu, pasar beralih fokus ke pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang sedang berlangsung di mana bank sentral AS diperkirakan akan mulai mengurangi langkah-langkah stimulusnya.

Sebagian besar ekonom memperkirakan Fed akan mengurangi program pembelian 85 miliar dolar AS per bulan di obligasi negara dan sekuritas KPR sebesar 10 miliar dolar AS, menurut laporan MaketWatch.
Emas telah turun 21 persen sepanjang tahun ini hingga Selasa karena spekulasi bahwa Fed akan memperlambat stimulusnya menahan permintaan.

Perak untuk pengiriman Desember turun 22,5 sen, atau 1,02 persen, menjadi ditutup pada 21,784 dolar AS per ounce.
Sumber: Antaranews.com

Kurs Rupiah pagi menguat menjadi Rp11.225

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/kurs-rupiah-pagi-menguat-menjadi-rp11225.html[/postlink]

Jakarta (ANTARA News) - Kurs mata uang rupiah pada Selasa pagi menguat sebesar 195 poin terhadap dolar AS menjadi Rp11.225 dibanding sebelumnya (16/9) di posisi Rp11.420 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah di pasar uang domestik mengalami kenaikan seiring dengan transaksi di pasar NDF (non deliverable forward)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.

Di sisi lain, lanjut dia, telah banyak beredar kabar bahwa pengurangan stimulus The Fed tidak akan berdampak signifikan sehingga membuat dolar AS cenderung tertekan.

Selain itu, kata dia, pelaku pasar uang juga masih merespons positif kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 7,25 persen.

Meski demikian, Reza mengatakan beberapa pelaku pasar masih mengkhawatirkan pelambatan ekonomi Indonesia.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia menjelang rapat Federal Reserve.

The Fed diprediksi akan mengurangi program pembelian obligasi per bulan sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS.

"Aset beresiko mungkin bisa terpukul jika Fed ternyata memangkas stimulus lebih besar dari perkiraan," kata dia.

Ia menambahkan pelemahan dolar AS salah satunya juga dipicu dari Lawrence Summers yang mengundurkan diri sebagai kandidat Ketua Federal Reserve. Pengumuman tersebut memicu sejumlah mata uang negara berkembang terapresiasi.

Rupiah sore melemah 40 poin menjadi Rp11.420

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/rupiah-sore-melemah-40-poin-menjadi.html[/postlink]
kurs rupiahNilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore melemah sebesar 40 poin menjadi Rp11.420 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.380/dolar AS.
"Nilai tukar rupiah bergerak melemah namun masih dalam rentang yang stabil seiring dengan pelaku pasar yang masih menilai positif kenaikan BI rate pada pekan lalu (12/9)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Menurut dia, keputusan BI yang menaikkan suku bunga (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen dinilai pelaku pasar bahwa dampaknya dapat menahan sentimen negatif keuangan global.
Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang dapat mengimbangi sentimen negatif dari revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh BI menjadi 5,5--5,9 persen dari sebelumnya 5,8--6,2 persen.
Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah seiring dengan investor yang sedang menyesuaikan posisi asetnya menjelang rapat kebijakan the Fed pada 17-18 September mendatang.
Ia mengharapkan sentimen global yang cenderung membaik paska pengunduran diri Lawrance Summers sebagai calon Ketua the Fed, dapat memberikan sentimen positif bagi pasar uang. 
Sejauh ini pasar menganggap Summers akan mempercepat melakukan pengurangan stimulus keuangan the Fed.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin ini, tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp11.423 dibanding sebelumnya di posisi Rp11.395/dolar AS. 
Editor: Aditia Maruli (Antara News)



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Wong Matoh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger