Latest Videos from YouTube
Showing posts with label hobby. Show all posts
Showing posts with label hobby. Show all posts

Tentang Pengarang yang Merasa Telah Membunuh Roland Barthes

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/tentang-pengarang-yang-merasa-telah.html[/postlink]

Oleh: Triyanto Triwikromo



cerita pendek dan novel pendekTak ada gunung di hutan penuh bakau ini. Akan tetapi di sini setiap orang seperti bertemu dengan Gunung Jiwa, yakni berjumpa dengan sesuatu yang segalanya dalam keadaan begitu alami. Kali pertama datang di kawasan yang kelak dalam nobel diberi nama Tanjungkluwung ini, Mohamad Isa Daud takjub melihat bangau-bangau melayang-layang dari surga yang jauh, dan manusia-manusia murni yang seakan-akan hidup pada 1980-an berzikir dan berselawat terus-menerus.

Tak ada keajaiban di kampung ini. Akan tetapi bangau-bangau dan pohon-pohon bakau seharian berzikir. Swmua manusia berselawat seakan-akan mereka diciptakan sebagai malaikat. Jadi, tinggalah di Tanjungkluwung jika ingin menemukan hakikatmu sebagai manusia.

Itulah kalimat-kalimat pembuka dalam novel Mohamd Isa Daud. Kalimat sangat biasa dari novelis biasa. Kalimat yang terdengar lirih, tetapi murni.

Akan tetapi di Tanjungkluwung kau tidak hanya berurusan dengan segala sesuatu yang tampak sebagai surga. Pada saat-saat tak terduga, terutama ketika kau berziarah ke Makam Syekh Muso, kau akan merasa berhadapan dengan Bukit Kematian yang menyembul dari Danau Neraka. Di danau itu mayat-mayat merah jambu mengapung. Jika jiwamu rapuh, kau akan melihat tubuhmu terjepit di antara mayat-mayat itu sehingga kau akan menjeri-jerit tak karuan di tengah-tengah para peziarah yang sedang berzikir.

Karena itulah pada halaman 235 dari 1.111 h
alaman yang direncanakan dalam novel tentang pembantaian para bangau, pembakaran masjid, pembantaian manusia, dan pendirian resor di bekas hutan bakau, Mohamad Isa Daud merintih: Tak ada Wali Allah di kampung ini. Sang Wali telah dimatikan. Jika Sang Junjungan ada, bangau-bangau tak akan dibakar oleh para pembunuh keji. Jika Sang Pencerah ada, tak mungkin pohon-pohon bakau ditebang hingga hilang keteduhan hingga hilang apa pun yang membuatmu hidup dalam pelukan kehijauan hutan yang menentramkan.

Apakah akhirnya Mohamad Isa Daud sampai di Gunung Jiwa?
"Antara sampai dan tak sampai karena aku berada di antara pemuja dan penghancur alam."
"Dan itu sangat mempengaruhi novelmu?"
Mohamad Isa Daud tak ingin menjawab pertanyaan itu. Saat itu dia belum selesai menulis novel yang tokoh-tokohnya kian sulit merampungkan pertempuran-pertempuran yang telah digariskan menang-kalahnya secara semena-mena. Saat itu pada halaman 435 Mohamad Isa Daud menggugat: Neraka telah diciptakan di mana-mana. Manusia hanya percaya pada 1/2 tuhan karena 1/2 tuhan yang lain dilesapkan dalam diri manusia. Kian banyak manusia yang menuhankan dirinya sendiri sehingga mereka menganggap apa pun yang dikatakan sebagai kebenaran tunggal. Mereka mendukung pembangunan resor dan bilang, Allah lah yang menghendaki pembangunan rumah dan hotel mewah itu. Ini keterlaluan karena nama Tuhan dibawa-bawa untuk hal-hal yang tidak sakral.

Mohamad Isa Daud yang menganggap komposisi duni hanyalah konstruksi yang dibangun dari angka-angka atau statistik akhirnya menyimpulkan perjuangan terberat manusia adalah menjaring keagungan 1/2 tuhan yang melayang-layang di semesta agar kelak pada Hari Perhitungan, di surga manusia bertemu dengan Tuhan yang utuh, bukan 1/2 tuhan, bukan 1/2 manusia.

Cerpen : Sejarah Aib

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/cerpen-sejarah-aib.html[/postlink]
cerita pendek wong matoh         Setiap orang memiliki sejarah aib sendiri-sendiri. Mohamad Isa Daud, pengarang sepuh tak mati-mati yang selalu gagal menulis novel aib bagi orang suci, juga merasa memiliki sejarah aib, terutama yang berkait dengan riwayat penggunaan nama pengarang dalam setiap novel-novelnya. Dia merasa nama yang diberikan orang tua terlalu berlebihan dan hanya mengingatkan siapapun pada pengarang buku-buku tentang jin dan dajal.
                Dulu dia sangat ingin menghilangkan nama Mohamad karena merasa tak pantas menyandang nama nabi yang paling dicintai oleh Allah itu. "Apa lagi aku tidak digdaya sejak dilahirkan. Apa lagi aku tidak pernah menerima wahyu?'

                Pernah juga dia berhasrat menanggalkan nama Isa karena yakin benar tak bisa mengasihi sesama. "Apalagi aku tak bisa mengasihi musuhku dan kerap meledek siapapun yang tak sepaham denganku."
                Sejak awal dia malah ingin tak berurusan dengan nama Daud karena tak pernah bisa mengalahkan orang-orang yang lebih hebat, tak pernah berani berurusan dengan orang-orang sekuat Goliat  "Kalau boleh mengubah nama, aku ingin menggunakan nama Musa saja. Nama yang keren. Siapa tahu tulisanku bisa membelah laut. Penaku nanti akan menjelma ular dan menakut-nakuti para bandit..."

                Karena itulah kini dia sangat tidak ingin mencantumkan nama Mohamad Isa Daud di segala karya yang hendak ditulis. Kalaupun aku terkenal, toh tak akan melebihi nama pengarang Dialog dengan Jin Muslim. Jadi sebaiknya tak boleh aku bersandar pada nama. Karya bagus lebih penting ketimbang nama besar.

                "Aku memang pernah keliling empat benua dan mengenal karakter tokoh-tokoh yang kutulis. Akan tetapi aku tak pernah puas pada cerita-cerita yang mengambang itu," kata Mohamad Isa Daud kepada Mirna, editor dari penerbit yang selama ini menerbitkan kisah-kisahnya.

                "Tetapi tulisan-tulisanmu tentang manusia-manusia Paris, Berlin, Los Angeles, Sydney, Kuala Lumpur, Madinah, dan Makkah menggetarkan para pembaca."

                "Siapa bilang? Aku sendiri merasa jauh dari tokoh-tokohku." 
                "Jadi, apa yang kau inginkan saat ini?"
                "Aku ingin menulis kisah-kiah orang biasa di kawasan yang biasa-biasa saja. Dan aku telah                            menemukan tempat itu."
                "Dimana?"
                "Di sebuah tanjung penuh bakau dan bangau di dekat Kota Wali."
                "Kau akan menulis tentang bangau-bangau?"
                "Mungkin saja. Adakah yang salah?"
                "Tentu saja tidak salah. Kalau Borges boleh memarodikan atau membuat sejarah aib kisah-kisah                     karya orang lain, mengapa kau tidak boleh menulis sejarah menyimpang dari hal-hal yang                               diciptakan oleh Yang Selalu Lain?"
                "Yang Selalu Lain?"
                "Ya, bukankah Gusti Allah merupakan sosok Yang Selalu Lain?"

"Tunggu dulu! Jika novelku nanti jadi, bolehkah aku menanggalkan namaku dari kisah serampangan itu?"
"Mengapa?"

"Karena aku ingin meninggalkan sejarah aibku, meninggalkan nama burukku,"

 Oleh: Triyanto Triwikromo

5 Alasan Membeli Samsung Galaxy S4 Zoom

[postlink] http://wongmatoh.blogspot.com/2013/09/5-alasan-membeli-samsung-galaxy-s4-zoom.html[/postlink]

Review : 5 Alasan Membeli Samsung Galaxy S4 Zoom

Posted by: Triyoga Kurniawan (lintas.me)

review samsung galaxy s4 zoom

Samsung Galaxy S4 Zoom, sebuah smartphone dengan kinerja optik yang luar biasa, berfungsi sebagai ponsel cerdas dan kamera digital yang andal. Pengguna dapat mengambil foto resolusi tinggi sementara menjawab telpon masuk atau menelpon seseorang. Ukurannya yang compact memungkinkan pengguna dalam menangkap setiap momen menakjubkan dimanapun dan kapanpun. Samsung Galaxy S4 Zoom sudah mulai dijual dengan harga Rp 5.5 juta dengan segudang fitur menarik yang bisa kamu simak berikut ini:

review samsung galaxy s4 zoom
1. In-call Photo Share Sebuah gambar bernilai ribuan kata, fitur ini menawarkan kemudahan untuk mengambil foto, dan mengirimkannya kepada orang lain saat pengguna berbicara dengan mereka di telepon. Dengan cara memutar zoom-ring di Samsung Galaxy S4 Zoom, aplikasi kamera dapat langsung diluncurkan dan berbagai fungsi fotografi dapat segera digunakan.

review samsung galaxy s4 zoom
2. Quick Launch and Shortcut Fitur ini menawarkan akses cepat dan langsung ke kamera, ketika pengguna memutar ring sedikit pada home screen menu, modus kamera akan segera aktif dan Galaxy S4 Zoom siap untuk mengambil gambar. Bila pengguna memutar ring setelah menyentuh layar, pengguna dapat mengatur fokus kamera secara manual. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan operasi kamera lebih ahli.
review samsung galaxy s4 zoom

3. Optical Zoom Keunggulan fitur ini memberikan kesempatan yang lebih baik untuk menangkap momen menakjubkan. Optical zoom control menggantikan modus panggilan dan tombol tradisional ke operasi kontrol digital yang sangat mudah digunakan, memberikan akurasi profesional berkualitas. Pengguna dapat dengan mudah membuat wide-angle shot atau efek tight focus dengan memutar zoom-ring secara cepat.
review samsung galaxy s4 zoom

4. Smart Mode Fitur ‘Smart Mode’ memberikan 26 pengaturan optimal untuk menciptakan pengaturan pemotretan yang sempurna dengan menambahkan efek drama dan suasana untuk gambar dengan efek light-trail atau menangkap adegan aksi berkecepatan tinggi menggunakan pengaturan Action Freeze.

review samsung galaxy s4 zoom
5. Photo Suggest Menempatkan foto terbaik di dunia dalam jangkauan, ini seperti pemandu wisata dalam saku. Photo Suggest menghubungkan pengguna secara langsung ke perpustakaan besar gambar yang diambil oleh sesame fotografer, untuk membantu pengguna menemukan dan menyusun foto terbaik nya dimana saja di dunia, dengan aplikasi sosial dan widgets, termasuk Sphere, Panoramio, TripAdvisor dan lainnya.




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Wong Matoh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger